Friday, February 13, 2015

Ternak ayam petelur pak karjo

  Menjadi peternak ayam petelur yang sukses pastinya menjadi idaman bagi para peternak ayam, tapi itu bukan hal yang mudah sob.

  Ni cerita dari "pak karjo" yang beralamatkan di gunung wungkal, memang untuk menjadi peternak yang di bilang berhasil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi memerlukan keuletan, ketekunan, kesabaran dan jangan menyerah.

  Memang dalam beternak ayam petelur sangat banyak sekali kendala yang harus di atasi. Setidaknya kalian harus tau apa yang di suka ayam dan yang dirasa ayam, kalian sebagai majikan ayam harus sepaham dengan ayam dan harus sabar. Karena ayam juga punya perasaan terutama kandang

*kandang:
  Usahakan kalian membuat kandang di tempat yang tenang dan jangan terlalu dekat dengan lingkungan.

*Tempat ayam:
  Dalam membuat tempat ayam tidak harus mewah, sederhana saja yang penting nyaman di tempati ayam.

*pemeliharaan:
Kasus terpenting dalam pemeliharaan harus teliti dan sabar, kalian harus teliti dan tau ayam yang sakit dan harus tau juga pengobatanya.

*Kebersihan:
Dalam kesuksesan seorang peternak, kebersihan juga merupakan kunci utama. Meski terbilang hal sepele tapi itu sangat berarti bagi seorang peternak, kalian harus bersih diri dan kandang ayam pun juga harus bersih

Itu tadi sob sedikitt ulasan dari " pak karjo" seorang peternak ayam petelur. Buat sobat yang baru belajar ternak yang masih sedikit bingung bisa saja konsultasi langsung dengan pak karjo mengenai ayam petelur di gunung wungkal rt03/01, pasti kalian akan dibantu.

Sunday, February 8, 2015

Ternak kambing modern pola makan fermentasi

Pola pakan fermentasi kini sudah diterapkan oleh sebagian kecil peternak kambing di Indonesia, dan terbukti sukses, baik sukses dalam urusan irit waktu pemeliharaan, irirt biaya pemeliharaan, efektif dalam meningkatkan hasil penjualan, sukses dalam mengembangkan agrobisnis dengan start awal peternakan kambing

Namun kesuksesan para peternak modern ini tentu saja sebelumnya melewati tahap sulit, diantaranya adalah :
1: Pola pikir lama. Pola pikir metode lama mengenai peternakan kambing sangat menghambat masuknya berbagai informasi perkembangan teknologi tepat guna untuk peternakan kambing. Hal ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan simple seperti : " kok mudah banget, kok kambing dikasih makanan jerami, kok kambing dikasih makan gedebog pisang, nanti kambing akan mati kalau makan pakanan yang tidak biasanya. nanti kambing bunting akan keguguran kalau makan pakan fermentasi, kualitas dagingnya dipertanyakan, lebih enak makan daging kambing yang makan hijauan, " dll.
2: Lingkungan. Komunitas peternak kambing di desa, biasanya sangat sensitif, apalagi kalau adanya ilmu-ilmu baru, mereka cenderung menolak, mencemooh dan tidak percaya, namun sebenernya perkembangan teknologi peternakan ini sangat membantu mereka dalam mengelola bisnis ternak 3:kambingnya. Perlu diingat bahwa tidak selalu peternak akan mudah untuk mendapatkan pakan hijauan, apalagi kalau musim kemarau, nah pola makan fermentasi ini akan sangat membantu dalam pemberian pakan, sehingga di lingkungan peternak tidak akan ada lagi gesekan karena rebutan pakan hijauan .
*Akses informasi. Akses informasi ini sangat memperngaruhi penyebaran informasi teknologi peternakan kambing modern, khsususnya mereka yang berada di pelosok dan belum tersentuh internet dan tidak kebagian dikunjungi oleh petugas dinas peternakan.
*Akses penjualan. Pola pakan fermentasi sedikit banyak ditentang oleh para pedagang kambing, karena anggapan kualitas dagingnya jelek, kambing tidak sehat dll, namun perlu disadari, Indonesia masih mengimpor ribuan sapi dari Australia tiap tahunnya, pertanyaannya apakah disana ada orang yang tiap hari pergi " NGARIT RUMPUT " ? kayaknya tidak ada deh.. mereka menggunakan sistem pola makan fermentasi. Bagaimana rasa kualitas dagingnya, hmmmm enak-enak saja, buktinya ketika kita makan sate, tongseng kambing kita tidak pernah nanya, sebelumnya kambingnya dikasih makan apa ?. Perlu diingat ketika kita mampu mensupply kebutuhan pasar daging khususnya untuk daging kambing,  itu lah yang lebih disukai pasar karena mampu mencukupi kebutuhan pasar dengan harga yang lebih terjangkau. Ingat penjualan kambing bisa dilakukan sendiri dengan menggunakan jasa internet, kambing bisa dijual kemana saja, baik dalam keadaan hidup maupun dalam keadaan bentuk daging siap konsumsi. Ingat, masa depan peternakan kambing kita tidak hanya tergantung oleh para tengkulak kambing.
Dengan adanya internet ini kami berharap sesama peternak kambing bisa saling berkomunikasi, berbagi ilmu dan berbagi peluang usaha sehingga usaha peternakan kambing kita semua bisa lebih efektif, produktif dan bisa menjadi mata pencaharian yang lebih baik di kemudian hari.